Mentan Panen Raya di OKU Timur

Bupati OKU Timur Bersama Mentan dan Gubernur Panen Raya

NOTENEWS.CO, OKU Timur – Bupati OKU Timur H Lanosin ST,dihadapan Menteri Pertanian RI Dr Syahrul Yasin Limpo SH MH dan Gubernur Sumsel, menyampaikan kondisi harga gabah maupun beras saat kondisi panen raya saat ini, tidak diiringi dengan harga yang bisa mensejahterakan petani di OKU Timur


“Bahkan harga gabah maupun beras jauh dibawah rata-rata. Tentu ini berdampak   ketidak sejahteraan bagi petani di OKU Timur,”kata Lanosin, saat kunjungan kerja Kementan RI dan Gubernur Sumsel ke  Desa Srikaton, Kecamatan Buay Madang Timur, OKU Timur  dalam rangka raya IP 200 dan tanam IP300, bersama Menteri Pertanian RI dan Gubernur Sumsel dilahan Irigasi Kabupaten OKU Timur, Sabtu (3/4).

Read More


Enos, sapaan akrab Lanosin  menjelaskan,  Pemkab OKU Timur bersama  Petani berharap banyak, agar harga harus sesuai dengan HPP Perum Bulog, demi kesejahteraan petani. 


“Produktifitas pertanian kami meningkat dan tertinggi di Sumsel juga nasional.namun  yang menjadi kendala tidak didukung harga jual yang baik,”papar Enos. Kedepan sambungnya   OKU Timur akan mencapai 1 jutan ton Gabah Kering Giling. Dan menjadi  penghasil beras nomor 10 ditingkat nasional
Enos juga mengucapkan terima kasih atas kepedulian Menteri Pertanian  dan Gubernur Sumsel  dalam hal pertanian di OKU Timur.”semoga kehadiran bapak Menteri dan Pak Gubernur bisa membuat masyarakat OKU Timur  lebih tenang,”tukasnya.


Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, ia sudah memanggil perum bulog, untuk menyerap beras maupun gabah milik petani di OKU Timur. Bahkan Deru juga meminta agar Bulog juga membuka semua gudangnya untuk menampung  hasil milik petani.


Langkah itu diambilnya untuk menyikapi apa yang dikeluhkan oleh petani. Namun deru kembali mengingatkan Pemkab OKU Timur dan juga petani, agar  apa yang sudah dirintisnya semenjak menjadi bupati dua periode  di OKU Timur yaitu gudang tempat menyimpan hasil panej kembali dihidupkan  lagi


“Kepada Bupati OKU Timur, kembali hidupkan lagi gudang untuk menyimpan hasil panen. Dan juga petani, begitu panen jangan langsung dijual dan menggelar hajatan, tahan atau simpan dulu,”ungkapnya. Kepada Menteri Pertanian, Deru berharap agar ada solusi masalah harga  gabah maupun beras ditingkat petani.

Menteri Pertanian Dr Syahrul Yasin Limpo mengatakan,  pihaknya akan koordinasi dengan Bulog maupun intansi terkait masalah menyerap gabah ataupun beras milik petani. 

“Kita akan koordinasi dengan Bulog dan intansi terkait masalah menyerap  hasil petani ini,”kata dia. Namun Syahrul mengatakan, perlu ada perbaikan  dalam proses memanen padi milik petani, jangan lagi menggunakan sistem yang manual, dan sudah  seharusnya beralih ke peralatan yang lebih baik
“Yang perlu saya tekankan lagi, bagi petani, begitu panen, coba dulu hitung kebutuhan beras kita selama setahun itu berapa, itu disimpan, nah ketika ada sisanya silahkan dijual, seperti dimakasar seperti itu, kebutuhan satu tahun disimpan dulu, baru dijual,”ungkapnya.


Syahrul juga meminta, agar hasil produktifitas perhektar di OKU Timur harus ditingkatkan lagi perhektar itu harus 7 ton beras.”kalau dibawah 7 ton, itu masih rendah,”jelasnya. Oleh karena itu, Kementan mengajak Pemkab OKU Timur untuk  mengganti jenis varietas bibit padi yang digunakan, agar hasil lebih maksimal


“Coba kita alihkan dulu bibitnya, kita ganti dengan bibit yang lebih bagus lagi, agar hasilnya lebih maksimal,”ungkapnya. Selain itu yang menjadi sorotanya mengenai pemanfataan lahan, dimana kata dia, ketika ada masa jeda tanam, dimana masa itu ada 14 sampai 20 hari, petani harus memanfaatkanya untuk tanaman yang bisa dipanen dalam waktu 1 sampai 2 bulan


“Bisa tanam kacang hijau, kubis, dan juga bayam. Karena tanah OKU Timur ini subur, dan sistem pengairanya sangat bagus saya lihat. Kalau  tidak dimanfaatkan, kerugian perhektar itu 5 sampai 10 juta, kan sayang”tutupnya.(Bere)

banner 300x250

Related posts